SUMENEP – Kondisi jalan poros yang menjadi akses utama menuju empat desa, yakni Desa Saronggi, Desa Bungbungan, Desa Masaran, dan Desa Palongan, di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kian memprihatinkan. Hingga saat ini, kerusakan jalan tersebut belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, meski sudah lama dikeluhkan warga.
Jalan yang menghubungkan antardesa tersebut mengalami kerusakan cukup parah di berbagai titik. Aspal jalan banyak yang mengelupas, menyisakan lubang-lubang besar yang membahayakan pengendara. Saat musim hujan, kondisi semakin buruk karena jalan berubah menjadi becek dan berlumpur, serta tergenang air sehingga sulit dilalui.
Warga setempat mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Selain menghambat aktivitas sehari-hari, jalan rusak juga berdampak pada distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat.
“Setiap hari kami lewat sini, tapi jalannya rusak parah. Kalau hujan tambah sulit dilewati, sering ada pengendara yang jatuh,” ujar salah satu warga.
Kepala Desa Bungbungan, Subenang, menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya mengusulkan perbaikan jalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut atau realisasi dari usulan yang diajukan.
“Kami sudah mengajukan perbaikan ke Pemkab karena jalan ini sangat penting bagi masyarakat di empat desa. Tapi sampai sekarang belum ada perhatian,” ungkap Subenang.
Ia menegaskan bahwa jalan poros tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung utama antardesa dan menjadi jalur vital bagi aktivitas warga, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur tersebut. Mereka menilai, jika terus dibiarkan, kondisi jalan akan semakin parah dan berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar, bahkan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait rencana perbaikan jalan poros menuju empat desa tersebut. Warga pun hanya bisa berharap agar aspirasi yang telah disampaikan segera mendapatkan perhatian dan realisasi.










