Dari Bau Kandang ke Harum Tanah Suci: Ketulusan Peternak Desa Bungbungan Menginspirasi

SUMENEP – Kisah Rusdi, peternak sederhana asal Desa Bungbungan, Kecamatan Bluto, menjadi bukti nyata bahwa ketulusan, kerja keras, dan konsistensi mampu mengantarkan seseorang hingga ke Tanah Suci. Dari tangan yang setiap hari bergelut dengan pakan ternak, ia kini pernah berdiri khusyuk di hadapan Ka’bah, di jantung Masjidil Haram.

Nama Rusdi mungkin sederhana, namun perjuangannya luar biasa. Mantan aktivis PMII Malang yang kini menetap di Desa Bungbungan, memilih jalan hidup yang tak biasa. Di saat banyak rekannya melangkah ke dunia politik atau birokrasi, ia justru kembali ke kampung halaman, membangun ekonomi dari kandang bebek dan kambing.

Berbekal pengalaman sebagai Wakil Ketua Pemuda Tani Jawa Timur, Rusdi tidak hanya berbicara soal kedaulatan pangan—ia menjalankannya. Di tengah kesederhanaan desa di Sumenep, ia merintis usaha ternak secara mandiri dengan disiplin ala aktivis.

Bagi Rusdi, kandang bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ladang perjuangan.

“Dulu saya berjuang lewat forum dan aksi. Sekarang, saya berjuang lewat kandang. Setiap tetes keringat ini saya niatkan sebagai ibadah,” tuturnya.

Hasil penjualan telur bebek dan penggemukan kambing yang ia kelola dengan tekun, disisihkan sedikit demi sedikit. Meski berasal dari pekerjaan yang sering dianggap “kotor”, uang itu justru menjadi jalan suci yang mengantarkannya menunaikan ibadah haji pada tahun 2024.

Perjalanan Rusdi menuju haji bukanlah hasil instan. Ia membuktikan bahwa kesabaran dan konsistensi adalah kunci. Dari kandang sederhana di desa, ia berhasil menggapai impian besar yang diidamkan banyak umat Muslim.

Keberangkatannya ke Tanah Suci menjadi simbol kemenangan niat dan kerja keras. Bukan sekadar soal kemampuan finansial, tetapi tentang keteguhan hati dalam menjaga tujuan hidup.

Kini, di tahun 2026, Rusdi tidak berhenti pada pencapaiannya. Ia aktif membina dan mengedukasi pemuda tani agar berani mandiri secara ekonomi.

Kisahnya menjadi tamparan positif bagi generasi muda: bahwa sektor pertanian dan peternakan bukanlah jalan buntu, melainkan peluang emas jika digeluti dengan serius.

“Beliau punya kapasitas besar, jaringan luas, tapi tetap memilih turun langsung ke kandang. Itu yang membuat kami salut,” ujar salah satu pemuda setempat.

Ketulusan yang Mengharumkan

Dari bau pakan ternak yang menyengat, kini berubah menjadi harum kisah inspiratif yang menggema hingga ke Tanah Suci. Rusdi membuktikan bahwa kemuliaan tidak ditentukan oleh profesi, melainkan oleh ketulusan dan keberkahan usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *